Download

Minggu, 09 Oktober 2011

PERSONAL HYGIENE


TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN  PERSONAL HYGIENE
            Personal hygiene atau kebersihan diri adalah upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikologis. Personal hygiene merupakan salah satu tindakan keperawatan dasar yang rutin dilakukan oleh perawat setiap hari di rumah sakit. Tindakan tersebut meliputi :
      1. Perawatan kulit kepala dan rambut serta seluruh tubuh
      2. Perawatan mata
      3. Perawatan hidung
      4. Perawatan telinga
      5. Perawatan gigi dan mulut
      6. Perawatan kuku tangan dan kaki
      7. Perawatan tubuh (memandikan)

B. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KANKER OTAK DENGAN  GANGGUAN PERSONAL HYGIENE
      1. Pengkajian
Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematik dalam pengumpulan data berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan pasien (Nursalam, 2001).
Dasar data pengkajian pada klien dengan kanker otak dengan gangguan personal hygiene adalah :
            a. Kulit terlihat kemerah-merahan, berminyak, dan kotor.
            b. Terdapat sekret di telinga.
            c. Terdapat sekret di mata dan terlihat sedikit berair.
            d. Hidung terlihat ada kotoran.
                  e. Mulut dan gigi terlihat kotor dan berbau, terdapat benjolan pada gusi.
                  f.  Kuku terlihat panjang dan ada kotoran.
                  g. Terlihat ada iritasi pada alat genetalia.

            2. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yng menjelaskan respon manusia (status kesehatan atau resiko perubahan pola) dari individu atau kelompok dimana perawat secara akantabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk mencegah dan merubah (Nursalam, 2001).
Diagnosa keperawatan yang lazim muncul pada klien kanker otak dengan gangguan personal hygiene adalah :
a. Nyeri yang berhubungan dengan kanker otak, dekubitus, dan imobilisasi.
b.   Perubahan pemeliharaan kebersihan diri yang berhubungan dengan kerusakan muskuloskeletal.
c.   Kerusakan mobilitas fisik yang berhubungan dengan nyeri dan adanya alat imobilisasi (misalnya: infus, oksigen).
d.   Perubahan citra diri yang berhubungan kurangnya perawatan diri mandi/ hygiene dan kebersihan kulit.

3. Perencanaan
      Perencanaan adalah pedoman tertulis yang menggambarkan secara tepat mengenai rencana tindakan yang dilakukan terhadap pasien sesuai dengan kebutuhannya berdasarkan diagnosa keperawatan (Effendy Q., 1995).
Perencanaan dari masing-masing diagnosa di atas adalah :
a. Nyeri yang berhubungan dengan kanker otak, dekubitus, dan imobilisasi.
      Tujuan : menghilangkan nyeri
      Kriteria : - wajah rileks
-          skala nyeri 3-4
-          melaporkan nyeri berkurang dan hilang
               b.  Perubahan pemeliharaan kebersihan diri yang berhubungan dengan  kerusakan muskuluskeletal.
                     Tujuan : terpelihara kebersihan  dirinya.
                     Kriteria :
                                 - terlihat bersih
-          tidak bau badan
-          kulit tidak ada infeksi

4.  Pelaksanaan Keperawatan
Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan dari rencana yang telah ditentukan agar kebutuhan klien terpenuhi secara optimal dan sesuai kondis klien.

5.  Evaluasi Keperawatan
Evaluasi yang diharapkan pada klien kanker otak dengan gangguan personal hygiene adalah :
a. Mempertahankan kondisi kulit agar tidak kemerah-merahan atau iritasi.
b. Menjaga kebersihan dan kelembaban kulit.

6.  Dokumentasi
Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bukti dari pelaksanaan keperawatan yang menggunakan metode pendekatan proses keperawatan dan merupakan catatan tentang tanggapan atau respon klien  terhadap tindakan keperawatan reaksi klien terhadap penyakit. Kegiatan pendokumentasian ini dilakukan tiap akhir tindakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar